SCM

Tuesday, 10 January 2017

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme





Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme.

Dikutip dari Wikipedia, Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut.

Dikutip dari Wikipedia, Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. 

Dikutip dari Wikipedia, Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri.

Sekarang jika anda telah mengetahui arti dari topik yang akan saya bahas, maka kita akan lanjut ke artikel berita yang akan saya bahas.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, seorang penduduk Yogyakarta berusia 60-an, berupaya menghubungi Sultan Hamengkubuwono X untuk menanyakan tentang hak kepemilikan tanah di kota kelahirannya yang ia anggap diskriminatif.

Siput Lokasari mulai mengontak Sultan beberapa bulan lalu untuk meminta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini membatalkan Surat Instruksi Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikeluarkan pada 1975 lalu, berisi larangan warga nonpribumi memiliki tanah.

"Kenapa harus ada diskriminasi ras... Orang Tionghoa bekerja setengah mati mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan beli tanah hak milik, kenapa hak milik dipaksa untuk dirampas dikembalikan ke negara dan orang tersebut diberi hak sewa. Orang Tionghoa ataupun orang India yang diangggap non pribumi... Kenapa sampai begitu?" kata Siput kepada BBC Indonesia.

Mengapa masih ada istilah pribumi dan non pribumi di tempat saya lahir?











Upaya untuk menuntut hak juga dilakukan sejumlah penduduk Yogyakarta lain termasuk oleh Gerakan Anak Negeri Anti Diskriminasi (Granad) melalui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, beberapa tahun lalu.

Komnas HAM sendiri memberikan rekomendasi kepada Gubernur Yogyakarta untuk mencabut kebijakan yang disebut 'diskiriminatif' itu.

"Seharusnya Yogyakarta sebagai salah satu daerah berbudaya di Indonesia telah menghapus kebijakan yang bernada diskriminasi. Kebijakan diskriminasi pada akhirnya hanya akan menghambat pembangunan di daerah tersebut," tulis Komnas melalui situs tertanggal 23 September 2015.

"Urusan ini sudah panjang sekali. Kami ke Komnas HAM sejak 2009 dan Komnas HAM keluarkan rekomendasi pada 2014," tambah Siput.

Siput juga bercerita tentang penduduk Yogyakarta lain, Handoko, yang menempuh gugatan uji materi ke Mahkamah Agung beberapa tahun lalu, namun ditolak karena "Surat Instruksi pada 1975 itu bukan produk undang-undang."
Tetapi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, Yogyakarta, Arie Yuriwin, mengatakan pihaknya menjadikan putusan MA sebagai yurisprudensi.

"Putusan MA atas gugatan para nonpribumi untuk memperoleh hak milik dimenangkan oleh pihak Keraton, sehingga keputusan MA kita jadikan sebagai yurisprudensi... Ketentuan wakil gubernur itu tetap berlaku di DIY," kata Arie kepada BBC Indonesia, Rabu (05/10).

Dapat disimpulkan bahwa Bapak Siput tidak dapat membeli tanah yang ada di Kulon Progo seluas 1.000 m2. Ia mengumpulkan uang untuk membeli tanah hak milik dan tanah tersebut dipaksa untuk dirampas dikembalikkan ke negara dan diberi hak sewa. Hal ini sangat menyangkut adanya diskriminasi kepada warga Non Pribumi.

  • Opini
Seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia tidak membedakan antara warga Pribumi dengan warga Non Pribumi. Memang seharusnya kita menyatu dengan menjadi "warga Negara Kesatuan Republik Indonesia". Tidak seharusnya diskriminasi terus terjadi di negara Indonesia. Karena jika diskriminasi terus terjadi, negara kita dapat terpecah belah.

  • Solusi
1. Satukan pikiran bahwa kita semua sama di mata Tuhan.
2. Tidak boleh membedakan kita dengan yang lain.
3. Tidak boleh membandingkan diri kita dengan yang lain secara negatif.
4. Keep the Positive Mental and Attitude di dalam pikiran kita.
5. Tegakkan hukum di negara kita secara sama dan rata.


Muhammad Adli Nur Sofyan
14116672





Tuesday, 3 January 2017

Agama dan Masyarakat








Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Agama dan Masyarakat.

Dikutip dari Wikipedia, Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. 

Dikutip dari Wikipedia, Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka, di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Sekarang jika anda telah mengetahui arti dari topik yang akan saya bahas, maka kita akan lanjut ke artikel berita yang akan saya bahas.

     Sekelompok orang memprovokasi dan melakukan aksi pembakaran sejumlah kios dan sebuah mushala ketika sedang berlangsung shalat Id. Kala itu, memang ada dua kegiatan hampir bersamaan dari dua agama: kaum Muslim menggelar shalat Id dan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tengah mengadakan pertemuan juga. Berdasarkan laporan media yang sama-sama kita saksikan bahwa terjadi miskomunikasi sehingga kekerasan meletup. Akan tetapi, provokasi dan kekerasan seperti itu tidak dapat dibenarkan.

     Wakil Presiden memerintahkan aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan tersebut. Presiden juga memerintahkan kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Sutiyoso untuk mewaspadai potensi konflik yang akan terjadi di wilayah tersebut. 


Ketua Gereja Injili di Indonesia Cabang Tolikara dan perwakilan para pengungsi, ustaz Ali Muchtar, saling melakukan salam khas Papua di Markas Koramil 1702-11 Karubaga pada Rabu (22/7) 

       Dan, seperti konflik agama yang marak terjadi di negeri ini sejak lebih dari satu dekade lalu, ternyata tidak berakar pada agama itu sendiri. Konflik bukan karena persoalan agama, melainkan oleh faktor-faktor lain yang justru tak bertalian dengan agama. Agama justru menjadi sentimen yang selalu ditumpangi. Padahal, penggunaan simbol-simbol keagamaan dalam konflik sungguh sangat destruktif karena bersifat ideologis. Sebab, simbol-simbol agama dapat dijadikan dasar legitimasi untuk melakukan tindakan apa saja.

  Dapat disimpulkan dari artikel tersebut bahwa agama bukanlah tameng untuk para kejahatan yang menyerang kegiatan-kegiatan agama, melainkan adanya faktor-faktor lain di luar agama itu sendiri. Terlihat bahwa adanya kerukunan antar umat beragama di dalam foto di atas.

  • Opini
Masyarakat Indonesia seharusnya sadar bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam perbedaan. Jika ada yang ingin memecah-belahkan negara kita ini dengan membawa nama suku, ras dan agama, kita seharusnya bersatu untuk menolak pemecah-belahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak yang mengaitkan kejahatan atas nama agama itu sendiri. Faktanya, orang-orang yang mengatas-namakan agama dalam kejahatan itu tidak terlalu mengerti tentang agama mereka sendiri. 


  • Solusi
1. Dalami ilmu agama yang kita anut.
2. Jangan mudah terprovokasi oleh sumber berita yang tidak jelas.
3. Cari terlebih dahulu sumber berita yang kita baca apakah jelas atau tidak.
4. Bersatu untuk Indonesia walaupun berbeda rasa, suku dan agama.
5. Jadilah pribadi yang baik untuk agama, keluarga, masyarakat dan Indonesia.



Muhammad Adli Nur Sofyan
14116672








Thursday, 17 November 2016

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan






Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan.

Dikutip dari Wikipedia, ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. 

Dikutip dari wikipedia, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Dikutip dari wikipedia, kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.

Sekarang jika anda telah mengetahui arti dari topik yang akan saya bahas maka kita akan lanjut ke artikel berita yang saya akan bahas.

     Masalah kemiskinan merupakan persoalan yang dihadapi diseluruh daerah perkotaan di Indonesia yang hingga kini belum dapat ditanggulangi. Ketidakmampuan setiap pemerintah kota di Indonesia dalam menanggulangi masalah kemiskinan ini, disebabkan karena strategi penanggulangan kemiskinan yang ditawarkan belum mampu menjawab atau menyentuh akar persoalan kemiskinan, kemiskinan nelayan merupakan masalah yang bersifat multi dimensi sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan sebuah solusi yang menyeluruh. Untuk itu, terlebih dahulu harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan nelayan.
Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir ditenggarai oleh tidak terpenuhinya hak-hak masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, inftastruktur dan lain-lain. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa masih banyak nelayan Indonesia yang terlibat dalam kemiskinan. Kemiskinan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Antara lain, faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal dapat berupa sifat dari nelayan tersebut sendiri. Salah satunya adalah malas. Jika nelayan saja malas untuk usaha mencari ikan di laut, bagaimana ia dapat menghadapi kemiskinan yang melanda dirinya dan keluarganya?
Faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah kurangnya kesempatan berusaha, teknologi dan kurangnya akses akan informasi.

  • Opini
Masyarakat Indonesia seharusnya sadar akan kemiskinan yang dilanda oleh sahabat-sahabat kita di pedalaman yang hanya berprofesi sebagai petani, nelayan, buruh, dan sebagainya. Kita harus membantu mereka dengan salah satunya tidak menawar harga yang termasuk murah untuk kita di pasar dan harga tersebut sangatlah mahal dan menguntungkan di mata nelayan. Seharusnya kita membeli barang-barang, misalkan yang harganya di bawah 10.000 rupiah kita tak perlu lagi menawar harga-harga tersebut yang terlihat "murah" di mata kita dan yang terlihat "menguntungkan" di mata para nelayan.

  • Solusi
1. Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN).
2. Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan (SEHAT).
3. Minapolitan dan Industrialisasi Perikanan.
4. Menanamkan semangat untuk nelayan untuk berubah ke arah lebih baik.






Muhammad Adli Nur Sofyan
14116672




Friday, 4 November 2016

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Pada bahasan kali ini saya akan membahas tentang Masyrakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan.

Untuk lebih lengkapnya lihat presentasi di bawah ini atau anda bisa download di sini!

Thursday, 27 October 2016

Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat



Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat.

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokkan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Kalau menurut pendapat saya, Persamaan derajat adalah kesamaan hak dan kewajiban kita sebagai manusia yang berada di muka bumi ini.

Nah, jika anda telah mengetahui arti dari dua topik tersebut. Mari kita menuju ke artikel yang akan saya bahas.



Josh Paler Lin membuat video berdurasi 2 menit 47 detik tentang sejumlah restoran yang sengaja menolak kehadiran warga biasa berpenampilan pengemis. Padahal, lelaki itu mempunyai uang untuk membeli makanan di restoran tersebut.

Bahkan, ketika meminta masuk ke dalam restoran mereka pun juga menolaknya.

Satu jam berikutnya, Josh Paler Lin mengenakan baju rapih dan mengendarai kendaraan mewah menuju restoran tersebut. Dia dilayani dengan baik dan dibolehkan masuk ke dalam.

Sikap diskriminatif ini membuat lelaki itu kesal dan akhirnya dia meninggalkan restoran. Alhasil, manajer dan pelayan kelabakan merayu lelaki itu agar tetap makan di restorannya.



Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa, restoran hanya memperbolehkan masuk seseorang yang berpenampilan "mewah". Jika seseorang berpenampilan "tidak layak" restoran tersebut tidak memperbolehkan masuk dan tidak melayaninya. Sikap diskriminatif jelas terlihat dengan tidak adanya persamaan derajat yang diterapkan oleh pelayan restoran terhadap seseorang yang berpenampilan tidak layak. Hal tersebut membuat kita sadar bahwa kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari "penampilan" nya saja.

  • Opini
Layaknya di Indonesia, masih terdapat pelapisan sosial dan persamaan derajat yang sangat-sangat mencolok. Tentang pelapisan sosial, di Indonesia terdapat suatu kalimat "yang kaya bakal tambah kaya, yang miskin bakal tambah miskin". Slogan tersebut dipercayai oleh banyak masyarakat Indonesia. Saya pikir slogan tersebut dikarenakan yang kaya selalu berusaha untuk menjadi lebih kaya dengan usaha yang maksimal, sedangkan yang miskin kurang berusaha sehingga mereka selalu mempercayai kalimat tersebut. Tentang persamaan derajat di Indonesia juga banyak terdapat perbedaan ketika kita sedang memasuki toko untuk berbelanja di mall. Pandangan sinis dan pelayanan yang kurang baik jika kita berpenampilan "biasa" saja. Dan pandangan ramah dan pelayanan yang baik jika kita berpenampilan "wow".

  • Saran
1. Masyarakat harus tetap berusaha untuk mengurangi kesenjangan sosial.
2. Jangan menilai penampilan seseorang hanya dari luar.
3. Tumbuhkan sikap ramah kepada siapapun orang yang ditemui.
4. Adanya persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan di mata umum.
5. Sesema manusia harus saling menghormati antara lapisan-lapisan masyarakat, jangan menilai rendah suatu lapisan.




Muhammad Adli Nur Sofyan 
14116672














https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
https://www.merdeka.com/dunia/video-restoran-mewah-ini-tolak-layani-orang-miskin.html
https://youtu.be/EbJP0T-ZqWM

Wednesday, 19 October 2016

Jenderal Soedirman


Pada bahasan kali ini saya akan membahas tentang film Jenderal Soedirman.

Jenderal Soedirman adalah film biopik yang menceritakan tentang seorang tokoh yang bernama Soedirman, seorang jenderal yang menderita penyakit paru-paru dan hanya memiliki satu paru-paru.

Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan dibintangi oleh Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong dan Nugie.

Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor, Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi Militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan.

Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Dari kedalaman hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat.

Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Kemanunggalan TNI dan rakyat lah yang akhirnya memenangkan perang. Dengan ditandatangani Perjanjian Roem-Royen, Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan RI seutuhnya.


  • Opini
Kita sebagai rakyat Indonesia harus bersatu menumpas penjajahan yang ada di Indonesia. Apabila kita bersatu dengan mengumpulkan semangat nasionalisme kita, kita akan memenangkan perang dengan keadaan apa pun. Terlebih lagi di jaman sekarang, nasionalisme masyarakat harus tinggi sehingga dapat membuat negara Indonesia menjadi negara maju.

  • Saran
- Adanya kepercayaan kepada Tuhan membuat kita memenangkan perang.
- Adanya semangat dari rakyat untuk menumpas penjajahan membuat kita memenangkan perang.
- Adanya kesatuan dan persatuan rakyat membuat kita memenangkan perang.
- Adanya sikap Nasionalisme dan cinta Tanah Air membuat kita memenangkan perang.








Muhammad Adli Nur Sofyan
1KA17
14116672

Wednesday, 5 October 2016

Pemuda dan Sosialisasi



Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Pemuda dan Sosialisasi.

Apasih pemuda itu?
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya.

Kalau telah mengetahui arti pemuda, sekarang harus tahu tentang arti sosialisasi.
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. 

Badan Narkotika Nasional menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terhadap persatuan pemuda gereja Pentakosta Indonesia Kabupaten Nias yang dilaksanakan di Nusalima, Selasa, 12 Juli 2016.

Kepala seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNK Gunungsitoli Kasi Eli Lahagu mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Dengan kegiatan ini, kami berharap mereka tidak mencoba-coba untuk mengkonsumsi narkoba dan bisa membantu BNN Kota Gunungsitoli dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba" ujarnya.

Sosialisasi itu diikuti oleh beberapa anggota Persekutuan gereja Pentakosta Indonesia .

  • Opini
Indonesia merupakan negara yang dipenuhi oleh berbagai pemuda dari kalangan, suku, dan adat masing-masing. Dengan adanya berbagai sosialisasi, pemuda Indonesia menjadi berpengatuhan luas. Salah satunya sosialisasi tentang narkoba. Narkoba telah merenggut banyak nyawa dari pemuda Indonesia karena kurangnya sosialisasi lebih tentang narkoba di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah harus lebih aktif dalam melaksanakan sosialisasi untuk pemuda-pemuda Indonesia.

  • Solusi
  1. Menamkan pencerahan diri kepada pemuda tentang narkoba.
  2. Peranan pemerintah.
  3. Peranan keluarga.
  4. Adanya niat dari dalam diri sendiri.
  5. Peranan agama.





Nama       : Muhammad Adli Nur Sofyan
NPM        : 14116672




Saturday, 1 October 2016

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pada bahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang individu, keluarga dan masyarakat. 

      Individu merupakan suata sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

      Keluarga merupakan unit/satuan masyarakat yang terkecil.

      Masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya.






Selanjutnya anda dapat mengetahui selengkapnya melalui presentasi ini DOWNLOAD.







Muhammad Adli Nur Sofyan
1KA17
14116672

Wednesday, 21 September 2016

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan




Lahir, juga dikenal sebagai partus, adalah tindakan atau proses bantalan atau menelorkan anak. Pada mamalia, proses ini diprakarsai oleh hormon yang menyebabkan dinding otot rahim berkontraksi, mengeluarkan janin pada tahap perkembangan ketika siap untuk memberi makan dan bernapas. Pada beberapa spesies keturunannya adalah precocial dan dapat bergerak segera setelah lahir tetapi di lain itu adalah altricial dan sepenuhnya tergantung pada orangtua. Dalam marsupial, janin lahir pada tahap yang sangat dewasa setelah periode kehamilan pendek dan berkembang lebih lanjut dalam kantong induknya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty menjelaskan, laju pertumbuhan manusia Indonesia saat ini mencapai 1,49 persen tiap tahun dari jumlah penduduk Indonesia. Rasio pertumbuhan itu akan ditekan minimal sampai ke angka 1,1 persen.

"Laju pertumbuhan 1,49 persen itu akan tambah (manusia) di Indonesia ini sebanyak 4,5 juta. Itu sama dengan satu negara Singapura. Jadi, kalau 10 tahun, ya 10 negara Singapura," kata Surya seusai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Kelahiran di Indonesia banyak terjadi di sekitar daerah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan sebagainya. Daerah banyaknya kelahiran tersebut terjadi di daerah-daerah miskin yang sulit terjangkau oleh pemerintah. 
Banyak penyebab faktor-faktor kelahiran di Indonesia tidak terkontrol. Antara lain, tidak adanya program keluarga dengan dua anak, pengontrolan kelahiran, dan lain-lain.
Pemerintah telah meresmikan percontohan kampung Keluarga Berencana di daerah Jawa Barat.


  • Opini
Warga Indonesia termasuk warga yang masih dipengaruhi oleh banyaknya kepercayaan dari nenek moyangnya. Salah satu contohnya adalah, 'Banyak Anak Banyak Rezeki'. Kalau orang tua dapat membiayai anak-anaknya dan anak-anaknya sukses, maka istilah/kepercayaan tersebut dapat terlaksana. Namun, jika anak-anak mereka tidak sukses, istilah tersebut dapat menambah angka kelahiran di Indonesia menjadi meluap. Maka dari itu, harus diadakan pembinaan ke daerah-daerah terpencil tentang program Keluarga Berencana. Dengan adanya program tersebut, dapat meminimalisir hingga menghilangkan kepercayaan tentang istilah 'Banyak Anak Banyak Rezeki'. Dan angka kelahiran di Indonesia dapat menipis dari angka kelahiran yang melambung.



  • Solusi
- Mencanangkan berbagai program untuk menekan pertambahan penduduk. 
- Meningkatkan kualitasnya melalui pembinaan keluarga sejahtera.
- Kampanye membina anak.
- Kampanye menjadi orang tua hebat dalam 1.000 hari kehidupan pertama.





Nama : Muhammad Adli Nur Sofyan

NPM   : 14116672


http://nasional.kompas.com/read/2015/09/29/13574351/Mengkhawatirkan.Angka.Kelahiran.di.RI.Tiap.Tahun.Sejumlah.Penduduk.Singapura
https://en.wikipedia.org/wiki/Birth